dia adalah seonggok kebiadaban..
yang mencintai berbaris kebiadadaban..
yang mengecapkan sepercik pedang-pedang perbiadaban..
dia memperbiadabkan berlingkar-lingkar kealifan..
mencampur ratakan cinta dan kebiadaban..
yang membusuk menjadi abu-abu berbiadab macam..
dia melakukan segala pembiadaban..
mengarung kerak manusia biadab..
mengalahkan keampuhan Tuhan..
dia adalah nyawa laknat yang berdiri di depan cermin sebuah kehidupan..
yang tertampak oleh berbagai jenis kegigigan iman..
Kamis, 31 Maret 2011
Rabu, 16 Maret 2011
SADARKAH ??
Kau gendong manusia ringkih itu didekat jndela bambu..
Kau suapkan beberapa butir nasi kedalam kerongkongan nya..
Lalu kau dudukan dia didekat kucuran tertadah ember sampah..
Yang dia rasa hanyalah bekunya cipratan air kujan, tak terhangatkan oleh selendang sutra bermotif transparan..
Kau suapkan beberapa butir nasi kedalam kerongkongan nya..
Lalu kau dudukan dia didekat kucuran tertadah ember sampah..
Yang dia rasa hanyalah bekunya cipratan air kujan, tak terhangatkan oleh selendang sutra bermotif transparan..
Yang dia rasa hanyalah perih lambung kering tanpa sentuhan..
IBU
Pagi pun kau sulam tanpa mentari..
Tak ayal pelukan hangatmu tak senikmat hari kemarin..
Setetes embun tiada bertengger..
Teralir gumpalan hujan melayangkan beningnya..
Tapi kau mudahkan semua..
Kau hangatkan pagi lembabku..
Kau bangunkan aku dari mimpi yang tak pernah terwujud..
Dan kau bungkis segala dengan cinta darahmu..
Senin, 14 Maret 2011
saat berharga ini
Berderas perasaan sakit itu ketika mereka teringat sentuhan lembut milik mereka..
mata tajam pelebur suasana..
senyuman dingin pelebur suasana,.
yang tertera hanyalah rasa menyia-nyiakan, meraja di setiap jiwa..
yang terkuliti hanyalah rasa kesadaran yang terlambat..
mata tajam pelebur suasana..
senyuman dingin pelebur suasana,.
yang tertera hanyalah rasa menyia-nyiakan, meraja di setiap jiwa..
yang terkuliti hanyalah rasa kesadaran yang terlambat..
Langganan:
Postingan (Atom)